Ngopi Saat Sahur: Amankah? Ini Fakta, Risiko, dan Studi Ilmiahnya
Bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri bagi para pecinta kopi. Pertanyaan klasik yang selalu muncul menjelang sahur adalah: “Bolehkah minum kopi saat sahur?”
Kekhawatiran akan dehidrasi dan lemas seharian sering kali menjadi alasan utama untuk menghindarinya. Namun, bagaimana dengan fakta ilmiahnya? Apakah ada penelitian yang membahas hal ini? Artikel ini akan mengupas tuntas diskusi seputar ngopi saat sahur, lengkap dengan referensi studi dan pendapat ahli.

Apakah Ada Studi Khusus tentang Ngopi Saat Sahur
Jawaban singkatnya: Tidak ada.
Hingga saat ini, belum ada yang secara spesifik meneliti efek minum kopi saat sahur dalam konteks puasa Ramadan. Kultur puasa yang mengharuskan menahan haus lebih dari 12 jam bersifat unik. Oleh karena itu, para ahli biasanya merujuk pada efek fisiologis kopi secara umum dan menyesuaikannya dengan kondisi berpuasa.
Anda mungkin pernah mendengar penelitian terkenal dari Sophie C. Killer dkk. (2014) yang dipublikasikan di jurnal PLOS ONE. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi kopi moderat (3-4 cangkir per hari) tidak menyebabkan dehidrasi dan memiliki efek hidrasi yang mirip dengan air pada pria dewasa sehat , .
Penting: Konteks Berbeda dengan Puasa
Meski penelitian ini valid, hasilnya tidak bisa langsung diterapkan untuk konteks sahur karena perbedaan kondisi yang sangat mendasar:
Aspek Studi Killer (2014) Saat Sahur
Waktu Minum Bertahap sepanjang hari (4×200 ml) . Sekali minum saat sahur (sekitar pukul 04.00).
Akses Cairan Bebas minum kapan saja . Tidak boleh minum hingga 13-14 jam ke depan.
Subjek Pria sehat, peminum kopi rutin . Beragam (pria/wanita, pemula, atau sensitif).
Kesimpulannya: Kopi mungkin hidratif dalam kondisi normal, tetapi risikonya berbeda saat Anda harus menahan haus hingga waktu berbuka.
Risiko Minum Kopi Saat Sahur (Pandangan Ahli
Berdasarkan efek fisiologis kafein, para ahli memetakan beberapa risiko utama jika minum kopi saat sahur:
· Risiko Dehidrasi: Kopi bersifat diuretik ringan (memicu buang air kecil). Meski efeknya lebih terasa pada yang jarang minum kopi, potensi cairan keluar lebih banyak sementara asupan terbatas tetap ada , .
· Gangguan Lambung: Kopi dapat memicu produksi asam lambung. Bagi penderita maag atau GERD, ini bisa menjadi masalah serius saat berpuasa , .
· Gangguan Tidur: Minum kopi saat sahur bisa membuat sulit tidur lagi, padahal tidur setelah sahur penting untuk menjaga stamina .
Risiko Kopi Susu Saat Sahur
Menambahkan susu ke dalam kopi ternyata bisa menimbulkan risiko tersendiri, terutama bagi yang memiliki kondisi tertentu:
· Intoleransi Laktosa: Banyak orang dewasa tidak bisa mencerna gula susu (laktosa). Minum kopi susu saat sahur bisa memicu kembung, begah, atau diare yang sangat mengganggu saat berpuasa. Ahli gizi menyarankan untuk waspada, karena bisa jadi ketidaknyamanan berasal dari susunya, bukan kopinya , .
· Gangguan Pencernaan: Susu, terutama full cream, lebih sulit dicerna oleh lambung. Kombinasi kopi asam dan susu saat perut kosong dapat memperberat kerja lambung .
· Tambahan Gula: Kopi susu sering kali ditambahi gula atau sirup. Konsumsi gula berlebih saat sahur bisa menyebabkan lonjakan energi yang cepat turun (gula darah drop), sehingga justru membuat lemas di siang hari .

Jenis Kopi: Robusta vs Arabika
Pengaruh kopi juga tergantung pada jenis biji yang digunakan. Dua jenis yang paling umum adalah Arabika dan Robusta, dan keduanya memiliki efek yang berbeda:
· Kopi Robusta (Kandungan Kafein Tinggi): Kopi Robusta mengandung kafein dua hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan Arabika , . Artinya, efek diuretik dan risiko peningkatan asam lambung juga berpotensi lebih besar. Batas aman konsumsinya lebih ketat, yaitu sekitar ½ hingga 1½ cangkir .
· Kopi Arabika (Lebih Ramah): Dengan kadar kafein yang lebih rendah, kopi Arabika umumnya lebih “bersahabat” bagi yang ingin menikmati kopi saat sahur tanpa risiko berlebihan. Batas amannya bisa mencapai 1-3 cangkir untuk peminum rutin . Namun, efeknya tetap tergantung kondisi masing-masing individu.
Siapa yang Paling Berisiko?
Para ahli menekankan bahwa mereka yang perlu lebih berhati-hati atau bahkan menghindari kopi saat sahur adalah:
· Penderita gangguan lambung (maag, GERD) .
· Individu yang sensitif terhadap kafein (mudah berdebar, cemas, sulit tidur) .
· Mereka yang bekerja di luar ruangan dan berisiko tinggi kehilangan cairan.
Kesimpulan & Tips Aman
Jawabannya adalah relatif. Tidak ada larangan mutlak, tapi juga tidak ada jaminan aman 100% untuk semua orang.
Jika Anda tetap ingin menikmati kopi saat sahur, para ahli merekomendasikan:
Batasi Porsinya: Cukup satu cangkir kecil, pilih jenis Arabika jika memungkinkan.
- Hindari Kopi Susu (Jika Berisiko): Jika Anda punya riwayat intoleransi laktosa atau lambung sensitif, pilih kopi hitam.
- Perbanyak Air Putih: Imbangi dengan minum air putih yang cukup (2-4 gelas) saat sahur.
- Dengarkan Tubuh Anda: Jika merasa tidak nyaman, segera hentikan dan alihkan konsumsi ke waktu berbuka.
Alternatif terbaik adalah memindahkan waktu minum kopi Anda ke saat berbuka puasa (1-2 jam setelah makan agar lambung siap). Dengan begitu, Anda tetap bisa menikmati kenikmatan kopi tanpa rasa khawatir.