
Mungkin ratio1:15 layak kita eksplor lebih mendalam. Bukan alasan semata banyak orang tetap memakai brew ratio ini yang mana bisa menghasilkan cup profile yang : Bersih, Tidak Pahit, dan Tanpa Astringency: Ikuti Perjalanan Saya Menemukan Clarity Dalam Ekstraksi Kopi.
Pernahkah Anda merasa kopi buatan sendiri terlalu pahit, sepet di lidah, atau justru hambar dan asam? Saya mengalaminya. Setelah berkeliling dari rasio 1:17 hingga 1:12, dari gilingan sangat halus hingga kasar, akhirnya sekrang saya menemukan sweet spot: 1:15 dengan gilingan cukup kasar. KASAR??? benar saya menyadari bahwa ada dititik gilingan kopi kasar ternyata ada banyak plus pointnya.
Tapi perjalanannya tidak semulus itu. Ada satu variabel kunci yang sering diabaikan dan justru menjadi pahlawan di balik cangkir kopi saya sekarang: air.

Mengapa Saya Kembali ke 1:15 dan Grind Kasar?
Di 1zpresso K Ultra, saya set di klik 8.8 hingga 9. Cukup kasar untuk pour-over atau immersion. Banyak orang mungkin bilang, “Ah, terlalu kasar, nanti kurang ekstrak.”
Memang benar: semakin panjang brew ratio (1:17 ke atas) atau semakin halus gilingan, kita akan mengekstrak lebih banyak senyawa kopi. Tapi masalahnya, kita juga ikut mengekstrak senyawa pahit (bitter) dan sepet (astringency) dalam jumlah besar. Hasilnya? Kopi yang terasa “heavy”, mulut kering, dan aftertaste kurang sedap.
Dengan rasio 1:15 dan grind kasar, saya sengaja menahan ekstraksi agar tidak berlebihan. Hasil awal yang saya dapatkan justru lebih seimbang: tidak ada rasa pahit mengganggu, tidak ada astringency yang membuat lidah seperti diamplas. NAMUNN!!!
Kopi Terasa LEBIH Asam dan Weak
Ya, ada harga yang harus dibayar. Dengan ekstraksi yang “lebih rendah”, cangkir pertama saya justru terasa too acidic dan watery (lemah). Apalagi saya on daily basis , air yang digunakan adalah Reverse Osmosis (RO) yang mana mineralnya nyaris nol.
Air RO memang murni, tapi justru itulah masalahnya. Air tanpa mineral tidak bisa “mengekstrak” rasa manis dan body secara optimal. Hasilnya: kopi terasa sharp, asam dan kurang rounded.
Solusi: Mineral adalah Kunci Ajaib
Saya mulai bereksperimen dengan menambahkan mineral ke air RO. Juga mencoba air kemasan dengan rentang TDS 60–90 ppm. Hasilnya? Mind-blowing.
Kopi yang tadinya asam dan lemah berubah menjadi:
· Lebih clean – rasa jernih, setiap layer terasa jelas.
· Less bitter – hampir tidak ada kepahitan sama sekali.
· No astringency – lidah tetap lembut setelah minum.
· Body yang cukup – tidak berat, tapi juga tidak encer.
Air dengan TDS 60–90 (misalnya merek tertentu atau air mineral yang diencerkan) berperan sebagai “katalis ekstraksi” yang ramah. Mineral seperti kalsium, magnesium, dan bikarbonat membantu melarutkan senyawa manis dan asam nikmat, sekaligus menekan ekstraksi senyawa pahit yang tidak diinginkan.
Kesimpulan: Resep Sederhana untuk Kopi Giling Kasar
Jika Anda ingin meniru pengalaman saya, inilah ringkasannya:
Variabel Setting
Brew ratio 1:15 (misal 15g kopi : 225ml air)
Grind size Kasar (K Ultra 8.8–9)
Air TDS 60–90 ppm (bukan RO murni, bukan air sadah)
Hasil Clean, balanced, no bitterness/astringency
Cara pouringnya?
tuangan pertama 50 ml tunggu satu menit blooming
tuangan kedua sampai 125 ml tunggu dry bed baru lanjut
tuangan ketiga sampai 175 ml tunggu dry bed baru lanjut
tuangan keempat sampai 225 ml tunggu dry bed
slow pour aja maintain total brew time 2:25-3:00 menit
kalau ditanya suhu berapa? suhu mengikuti karakter kopi ya
GILING KASAR CLEAN SWEET AND DELICATE
Jangan takut untuk under-extract sedikit. Karena kadang, yang kita butuhkan bukanlah ekstraksi maksimal, tapi ekstraksi yang tepat.
Dan jangan pernah remehkan air. Kopi terbaik di dunia bisa hancur hanya karena air yang salah. Selamat mencoba, dan semoga cangkir Anda hari ini lebih nikmat dari kemarin!